Jagalah ALLAH, ALLAH pasti akan menjagamu

"Sampai satu saat, kamu lelah dengan tujuan hidup bila kamu agungkan cinta selain cinta DIA"

Kenapa aku?

Surat Cinta-Nya Untuk Kita

by Fajar Sukmanda

Hamba-Ku...

Saat kau bangun di pagi hari
Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata
meminta pendapatKu atau bersyukur kepadaKu atas sesuatu hal indah yang terjadi kemarin
ataupun mungkin untuk bersyukur setelah Aku hidupkan kau setelah kau mati pada malam tadi
tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.

Aku kembali menanti. Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk.

Di satu tempat, kau duduk di sebuah kursi selama 15 minit tanpa melakukan apapun.
Maka, Aku hanya dapat melihat masa berlalu tanpa kau menegurKu.
Kemudian Aku melihat kau menggerakkan kakimu.
Aku berfikir kau ingin berbicara kepadaKu tetapi kau berlari ambil HP dan terus menelefon seseorang yang kau sayang untuk meluahkan perasaan.
Tidakkah kau sedar bahawa Aku berada terlalu dekat dengan dirimu.
Aku hanya dapat melihatmu tanpa berbuat apa-apa ketika kau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir kau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan tengah hari, Aku melihatmu memandang kesekeliling,
mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu,
itulah sebabnya mengapa kau tidak menundukkan kepalamu.
Kau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya.
Tidak apa-apa. Aku tidak terasa. Akan tetap Aku tunggu sehingga kau menyapaKu.

Masih ada waktu yang tinggal, dan Aku berharap kau akan berbicara kepadaKu juga walaupun sedikit
meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah hal tersebut selesai kau kerjakan, kau menonton televisi,
Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak,
yang Aku tahu hanyalah kau selalu membuang waktu di hadapannya,
tanpa memikirkan apapun kau hanya menikmati acara yang ada.

Aku terus menanti dengan sabar ketika kau sedang menonton TV dan menikmati makananmu
tetapi tetap kau tidak berbicara kepadaKu.
Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu letih.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau terus pergi ke tempat tidur dan tertidur dengan nyenyaknya.
Aku tidak terasa sedikitpun dengan perangaimu itu karena mungkin kau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.
Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana untuk bersabar dengan orang lain.
Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau fikiran maupun syukur dari hatimu.

Dan hari ini...
kau bangun kembali untuk meneruskan pekerjaanmu dan Aku akan menanti dengan penuh kasih sayang bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu. Semoga harimu menyenangkan.

Yang selalu menyertaimu setiap saat,
ALLAH S.W.T.
artikel diambil di sini 

Buat dirimu wahai Muslimah sejati

Surat Adam untuk Hawa

Wahai sahabat Muslimat Sekalian,

Renung-renungkanlah intipati daripada surat Adam kepada Hawa ini, Ketahuilah olehmu wahai Bunga-bunga Islam,kita adalah sayap kiri pada mereka(kaum muslimin). Sedih rasanya jika teguran baik yang mereka berikan kita tak ambil kisah. Bukankah ia juga untuk kebaikan bersama.Fikirkanlah wahai sahabat-sahabatku…

SURAT ADAM UNTUK HAWA

Dengan nama Allah swt Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang…
Didoakan semoga kalian berada dibawah lembayung rahmat dan keredhaan Allah swt…

Hawa....

Maafkan aku jika coretan ini bisa mengguris hatimu. Meskipun kutahu,jiwamu selembut sutera dan bisa hancur lantaran kata-kata yang bakal ku ungkap ini, mengertilah duhai Hawa, kerana kaulah pengubat kesunyian waktu aku di syurga dulu dan engkau juga asalnya dari tulang rusuk kiriku yang bengkok,lantas kerana bimbang hidupmu terpesong dari landasan yang sebenarnya,kugagahi jua diri ini....

Hawa....
Maha Suci Allah yang telah mentakdirkan kaummu melebihi bilanganku di akhir zaman ini. Itulah kebesaran dan penelitian Allah swt dalm urusan-Nya. Bayangkanlah Hawa...sekiranya kaumku melebihi kaummu, yang pasti dunia ini kan berkecai kerana huru-hara dan diselimuti warna-warna suram lantaran kekejaman dan penindasan....

Hawa....
Suka untukku mengajak dirimu agar berfikir sejenak tentang hakikat kekalutan yang melanda disaat ini. Tapi permintaanku,duhai Hawa...cubalah ! Renungkan jua yang sebenarnya dirimu kini sudah berubah...Tidakkah kau mengerti bahwa dirimu kini, kian berubah..

Tidakkah kau mengerti bahwa dirimu adalah umpama sekuntum bunga yang indah di pandangan mata namun bukan perhiasan semata-mata. Duri-duri yang melingkarimu itulah hijab yang digariskan oleh Allah swt sebagai pelindung yang diertikan sebagai aurat seorang yang bergelar wanita. Mengapa Hawa? Mengapa harus kau biarkan ia terdedah kepada kami,kaum ajnabimu?

Betapa hancurnya hatiku menyaksikan dirimu umpama bahan yang dapat diperkotak-katikkan. Dimana-mana saja,bisaku lihat dirimu menghayunkan langkah ,bukan sebaik dulu lagi. Langkahmu kian pantas. Apa sebenarnya yang engkau kejari?. Aku sendiri tak pasti! Terkadang, ku tak dapat membezakan antara dirimu dan teman-teman yang lain, bersama hayunan langkah itu, suaramu kian meninggi,diiringi gelak tawa yang cukup memedihkan mata dan hatiku ini...

Sedarkah kau Hawa.....?
Haruskah aku terima hakikat yang kau kini sudah berubah?
Semakin jauh dari landasan Tuhan yang pernah kutelunjuki buatmu dahulu!

Hawa....
Mengapa mesti dirimu kini jadi tontonan ramai? Perlukah kau hiasi dirimu untuk menarik perhatian sehinggakan yang seharusnya menutupi auratmu, kau miliki dari ciri-ciri yang ditegah dalam Islam? Sukar bagiku untuk melihat kembali keadaan yang mana sesederhana yang mungkin! Cukup untukku merasakan kehadiranmu disaat ini tidak lebih dari mempamerkan perhiasan diri yang kau punyai.

Fahamilah Hawa,usahlah menurut kerakusan nafsu menjelajahi sebutir peluru yang bisa hinggap di mana saja meninggalkan fitnah buat kaumku ini....

Hawa....
Betapa sakit dan pedihnya disaat kulihat auratmu menjala, di sekeliling pandangan. Aku tidak mahu Hawa..Suatu hari nanti, di negeri yang abadi itu, memperlihatkan seksaan terhadapmu yang ku kira paling dahsyat, apa tidaknya.Seurat rambutmu yang keluar, ular menanti dimana-mana, sejengkal tanganmu kelihatan ...aduh!! Banyaknya seksaan menantimu!...

Mengapa begitu Hawa? Tidakkah kau ingat apa yang perlu kau jaga adalah maruahmu! Maruah seorang wanita yang tersandar di bahumu kelemahan dan kekurangan!!

Jadi bagaimana seandainya kelakuan dan auratmu terpamer di mana-mana saja?

Hawa...
Tidakkah kau malu dengan pembohongan yang kau sembunyikan dalam dirimu sendiri?
Di sini auratmu kau selindungi disebalik pemakaianmu, atas dasar peraturan dan persekitaran kalian. Tetapi jauh nun diluar sana ,tersentak diriku tatkala dirimu telah jauh berbeza! Tudung ke mana,jilbab ke mana? Apatah lagi tingkah lakumu..! Dimana kau letakkan martabat seorang yang bergelar muslimah? Aku diselubungi rasa malu atas penghinaan ini!

Hawa....
Tutupilah auratmu, jagalah dirimu ,bertuturlah dengan suara yang lembut mampu kau kawal lantaran jika terlanjur, semuanya bisa membawa dosa padamu.

Jangan kau memperlihatkan apa yang tersembunyi pada dirimu..tapi ingatlah ,cukuplah sekadar tapak tangan dan wajahmu yang dizahirkan ,namun bukan kakimu,rambutmu,dan jua tubuhmu.....


Firman Allah swt:

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita beriman,hendaklah mereka menahan dari pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali yang zahir daripadanya...”

Hawa....
Mungkin ku harus menghentikan bicara pertama ini di sini dulu...

Andai diizinkan Allah swt, kita bersua lagi dilain lembaran dan yang pasti aku tetap terus membimbingmu. Harapanku agar muncullah walaupun hanya secebis kesedaran dihatimu dan akan mendoakan moga Allah swt membuka hati kalian untuk mencetuskan perubahan....Akhir kata ,ketahuilah.............

“DUNIA INI MERUPAKAN PERHIASAN,DAN,SEBAIK-BAIK PERHIASAN ADALAH WANITA SOLEHAH”

Credits to Ain Che Muda 

La Tahzan wahai diri

Saat hati benar-benar di landa gelisah... gundah.. ada sesuatu yang mengganggu fikiran... atau sakitkah hatimu..?? atau peritkah hatimu..?? atau mungkin hatimu derita di kala ini...

kenapa aduhai hati..??

apakah yang menyebabkan sakit hatimu..? atau derita hatimu..? ataupun fikiran keliru..

wahai hati.. bila engkau memandang segalanya dari Allah.. yang mempercepatkan segalanya.. yang menimpakan ujian.. yang menyebabkan sakitnya hatimu, membuatkan keinginanmu terhalang.. pastinya DAMAILAH hatimu jika engkau mengetahui.. kerana masakan Allah sengaja mentadbirkan segala2nya dengan sia-sia...
bukan Allah tidak tahu betapa deritanya hidupmu.. pecahnya hatimu..
mungkin itulah yang Dia mahukan..

KERANA DIA TAHU, HATI YANG SEBEGINI LEBIH LUNAK DAN LEBIH MUDAH UNTUK DEKAT DENGAN NYA...

wahai hati..
berjalanlah dengan penuh harapan kepada Allah semata-mata..
walaupun hidup ini tak selalu bahagia..
sedekahkanlah satu senyuman walau d hatimu tak mampu lagi bertahan..
belajarlah memaafkan walau dirimu terluka..
hiduplah dalam iman walau hidup d penuhi godaan..
dan berpeganglah kepada Allah walau dia tidak kelihatan..
Bukti kasihNya, kita wujud d dunia pinjaman..

wahai hati..
ingatlah..bahawa orang yang soleh tidak gembira apabila mendapat sesuatu kesenangan..
Juga hatinya tidak berduka andai tidak mendapat apa yang di impikan..
Kerana dunia tiada di hatinya..
Yang ada hanyalah pengharapan kepada Allah semata-mata..

syukran kepada salah seorang ustazah saya.. yang mengingatkan saya..
"Jangan biarkan wujudnya pengharapan di hati kita kepada manusia.. Mengaharaplah kepada Allah semata-mata.."

aduhai hati..contohilah para sahabat Nabi saw..
Apabila di beri kesenangan, hati pasti gelisah..
Di pohon kepada Allah agar mendatangkan kesempitan..
kerana hati mereka bimbang andai terleka dengan kesenangan..

Bertahun-tahun cuba ku pujuk hati sendiri..
aduhai hati..ketahuilah bahawa hidup bukan hanya di sini..
Di sana kekal abadi..

Aduhai hati..yakinlah Allah sentiasa bersama hambaNya yang inginkan cintaNya..
Bukankah keperitan itu juga dari Allah..?
Bukankah kesakitan itu juga dari Allah..?
Bukankah kesempitan itu juga dari Allah..?
Aduhai hati..yakinlah kasih Allah itu kasih sejati..
Aduhai hati..ingatlah, janji Allah janji yang pasti..

Wahai hati..manangislah penuh pengharapan kepada Ilahi..
Pasti kan kau temui jalannya nanti..
Wahai hati..usahlah bersedih lagi..
Carilah redhaNya, sematkan di setiap sudut hati..
Moga kasihNya, menyinari hari-hari y menanti...

La Tahzan wahai diri !


credits to Ain Che Muda

Today feelings?

It's hard when someone special ignores you, 
but it's even harder to pretend you 
don't care.